• Selasa, 29 November 2022

Masyarakat Kabupaten Donggala Keluhkan Bantuan Bencana

- Minggu, 14 Oktober 2018 | 11:42 WIB
IMG-20181014-WA0007_1_1
IMG-20181014-WA0007_1_1

Donggala, BANGBARA.COM - Gempa dan Tsunami yang menggoyang Kabupaten Donggala dan Kota Palu Sulawesi Tengah pada 9 Oktober 2018 yang terjadi pada pukul 13.00 Wib itu, menyisakan cerita duka diberbagai lapisan masyarat Donggala yang masih hidup disana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan kepada wartawan, Data korban terus meningkat menjadi 2.010 korban. Jumlah tersebut terdiri dari 1.601 korban dari Kota Palu, 171 korban dari Donggala, Sigi 222 korban, Parigi Moutong 15 korban, dan Pasang Kayu Sulawesi Barat 1 orang.

"Kota Palu memang paling banyak, dan korban paling banyak ditemukan akibat terjangan tsunami," tuturnya di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018). Seperti yang dikutip pada harian tribun. Jumlah itu, menurut Sutopo, masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi korban yang masih terus berlanjut.

-
Pengungsi. Foto: Dirman

Atas kejadian musibah itu, banyak menyisakan cerita duka para korban yang kelaparan karena tidak terdapat sumber makanan, Begitupun air bersih. Hal ini diungkapkan Vetran salah seorang warga Kelurahan Labuan Bajo RW 03/01 Kab. Donggala Sulawesi Tengah, yang memaparkan kepada Bangbara.com seputar kondisi sulitnya untuk mendapatkan makanan dan air bersih.

"Bayangkan saja sejak kejadian itu kami hanya bisa beli 20 kilogram beras sebelum terjadi penjarahan itu. Dan saya fikir ini bisa cukup apa sedang anak istri hingga keponakan saya banyak pasti ini kurang, namun menunggu bantuan dari pemerintah tidak kunjung datang" jelasnya.

Masih dari Vetran, kondisi ini diperparah karena tidak ada bantuan dari kabupaten, tapi bantuan yang dari luar terus mengalir setiap hari, semua sudah tertampung dan dikelola oleh pemerintah Kab. Donggala namun masyarakat belum menerimanya,  sementara bantuan sudah banyak dengan kondisi menumpuk tapi belum diterima oleh para pengungsi.

"Seharusnya pemerintah Donggala Proaktif dalam pendataan dan pendistribusian ke warga yg membutuhkan bantuan, kan bantuan tinggal tampung saja di kantor desa atau kelurahan lalu dikoordinir oleh RT atau RW yang ada agar tersalurkan ini malah ditampung tapi tidak tersampaikan oleh kami" katanya dengan penuh geram dan sedih.

Ketua Karang Taruna Labuan Bajo Arie Prasetya ikut menyesalkan kondisi kelurahan yang tidak memperdayakan para tenaga untuk RW dan RT yang ada ini.

"Kami bisa dapat bantuan dari relawan yang langsung datang kelokasi kita, tapi bantuan pemerintah setempat sama sekali belum kami terima. Sepertinya ini ada kejanggalan" tambahnya (Dir/Adn)

Editor: BangBara

Tags

Terkini

Tiga Tihang Listrik Roboh di Gedong Lima Padalarang

Minggu, 10 Februari 2019 | 21:38 WIB

2 Motor Ringsek, Tabrak Kontainer 1 Orang Luka Parah

Minggu, 27 Januari 2019 | 12:57 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung

Jumat, 11 Januari 2019 | 19:12 WIB

10 Rumah Rusak, Diterjang Longsor di Cikalong Wetan

Kamis, 6 Desember 2018 | 13:24 WIB
X