• Minggu, 29 Januari 2023

Sosok Konseptor Menu Nusantara pada Gala Dinner KTT G20, William Wongso: Tidak Boleh Ada Kesalahan

- Sabtu, 19 November 2022 | 19:51 WIB
Menu Nusantara pada gala dinner KTT G20 memiliki konsep persatuan, digagas oleh William Wongso (Foto: Instgram @misshotrodqueen)
Menu Nusantara pada gala dinner KTT G20 memiliki konsep persatuan, digagas oleh William Wongso (Foto: Instgram @misshotrodqueen)

Nasional, BANGBARA.COM - Perhelatan KTT G20 telah usai, tetapi kesan kemegahan gala dinner yang diwarnai dengan aneka menu Nusantara tersebut masih sulit dilupakan.

Beragam menu Nusantara yang merepresentasikan persatuan Indonesia menjadi hidangan gala dinner pada KTT G20 di Lotus Pond, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Selasa malam, 15 November 2022.

Adalah seorang konseptor andal di balik menu Nusantara yang disajikan pada gala dinner KTT G20 tersebut, yaitu William Wongso, Duta Masakan Indonesia.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Anda Cerdas Secara Emosional? Gambar yang Menarik Perhatian Anda Akan Mengungkapnya

Selain menjadi Indonesian Food Ambassador, ia juga pemilik medali prestius di bidang kuliner, Medali Kehormatan Academie du Pain Indonesia di Paris Februari 2018 lalu.

Pria kelahiran Malang, 12 April 1947 yang kerap disapa Om Will ini adalah penulis buku masakan Flavour of Indonesia dan menjadi juara dalam ajang Gourmand World Cookbook Awards.

Sebagai Advisor Culinary G20, William telah mempersiapkan konsep menu makan malam banquet ini dengan sangat matang sejak bulan Februari 2022 lalu.

"Saya menyebutnya sebagai Aneka Ratna Mutu Manikam atau Diversity in One. Meski kita berasal dari beragam suku, ras, bahasa, budaya, dan adat istiadat, tetapi kita dipersatukan oleh Pancasila sebagai Bhinneka Tunggal Ika. Itu konsep tema mengenai persatuan tadi," ucap William ketika ditemui di kawasan wisata terpadu Nusa Dua, Kamis 17 November 2022.

Baca Juga: Luar Biasa! Ternyata Ini 9 Manfaat Minum Teh Hijau Setiap Hari

  • Persiapan menu Nusantara

Enam bulan sebelumnya, William Wongso yang merupakan penasehat masakan pada sebuah maskapai nasional ini bersama tim mulai bereksperimen untuk menciptakan menu-menu unik berbahan dan bercita rasa asli Indonesia.

Misalnya, tenderloin wagyu dimasak bumbu rendang, kemudian wortel muda dan tempe disajikan dengan saus salsa ala Likupang, Sulawesi Utara.

Bersama tim, William juga memikirkan menu-menu khusus dan membaginya sebagai sajian vegetarian dan nonvegetarian. Khusus rendang untuk para penikmat veggie, William mengganti protein daging dengan nangka.

Mengenai bahan baku, William mengatakan bahwa ia memakai bahan baku lokal, daging sapi lokal, rempah-rempah dari Indonesia timur, dan sayur mayur dari Bali.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Beberkan Soal Pernikahanya, Ternyata Ambu Anne Gugat Cerai Karena Persoalan Ini

Bahan-bahan lain didatangkan dari Sulawesi dan Kalimantan serta Pulau Jawa, karena Indonesia merupakan surga masakan dunia.

Pemilik beberapa restoran ini bersama tim telah mengumpulkan sejumlah data mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh disajikan kepada setiap pemimpin negara yang hadir di gala dinner itu.

Setiap tamu negara punya catatan tersendiri soal makanan dan tidak mengandung bahan alergen supaya aman dikonsumsi.

William menuturkan bahwa ada tamu negara yang alergi makanan laut (seafood), atau tidak makan ikan, daging sapi, atau makanan yang bahan bakunya diambil dari dalam tanah.

"Semua makanan wajib halal, tidak boleh mengandung alkohol, dan tidak pedas," ungkap William.

Baca Juga: Musik Bisa Merubah Karakter Orang, Rhoma Irama Menjawab Pendapat Tentang Haramnya Musik

Beberapa hari sebelum jamuan makan, tim pendahulu dari masing-masing negara datang ke Bali untuk melakukan pengecekan makanan yang akan disajikan.

Tim gizi dan kesehatan makanan dari pasukan pengawal kepresidenan setiap negara meminta William dan tim membuat menu sama persis saat acara digelar kelak.

Ragam menu Nusantara

Dari proses konsepsi tersebut, lahirnya aneka menu Nusantara dari Bali, Jawa, Sulawesi Utara, Lampung, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Tentunya dengan cita rasa khas kaya rempah-rempah.

Menu pembuka disajikan Aneka Ratna Mutumanikam atau Diversity in One terdiri dari mangga, rumput laut, salad berbumbu rujak Bali, sampai perkedel jagung daging rajungan Manado.

Halaman:

Editor: M Syachruddien

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X